Freitag, 29. Juli 2022

Aupair bersama Pflegekinder & Behindertes Kind

Kali ini aku ingin cerita seputar pengalaman Aupairku di keluarga yang memiliki Pflegekinder (Anak yang diasuh jadi bukan anak kandung) & di keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Aku ganti GF sebanyak 3x dengan berbagai masalah yang ada. Tapi disini aku gk cerita tentang masalahnya tapi tentang pengalamannya.

Pertama cerita tentang Aupair di keluarga yang memiliki Pflegekinder. Aku baru tau fakta menariknya ketika lihat video ini https://fb.watch/ez7BlIsuqA/
Nah untuk menjadi Aupair di keluarga dengan Pflegekinder, kamu harus punya surat keterangan sehat karena kamu akan bekerja dengan bukan dengan anak kandung dari GF mu itu. Dalam case aku, aku gak punya dokumen itu karena memang Aupair gk wajib tes itu. Pflegekinder tersebut adalah anak laki-laki berusia7 tahun dengan emosi yang tidak stabil & juga anak perempuan berusia 2 tahun dengan yang kurang bagus perkembangan motoriknya dikarenakan ibu kandungnya adalah pecandu alkohol. Gast Mutter selalu di rumah dan aku gak pernah kepikiran dia dpt gaji dari ngurus Pflegekinder. Aku gk pernah tanya seputar itu karena keterbatasan bahasaku saat itu. Namun di suatu hari ada 4 anak Pflegekinder (mereka bersaudara) yang datang ke rumah dan stay selama 3-5 hari. Mereka ini adalah Flüchtlinge (pengungsi) dan mereka dititipkan karena ibunya melahirkan. Setelah itu aku diajak Gast Mutter untuk ke Jugendamt untuk mengantarkan ke empat anak ini. Dengan pengalaman ini aku terpukau dengan tegas dan terstrukturnya pemerintah Jerman. Gak peduli itu orang Jerman maupun orang asing.

Selanjutnya aku akan cerita pengalamanku di keluarga dengan Schwerbehindertes Kind (anak berkebutuhan khusus). Anak laki-laki berusaha 9 tahun. Anak ini tidak bisa duduk, tidak bisa berbicara dan tidak bisa berdiri. Jadi jika duduk harus di kursi roda yang memiliki sabuk pengama . Untuk berdiri pun harus menggunakan alat pendukung. Setiap minggunya selalu ada Terapis yang datang ke rumah, mulai dari terapis untuk bicara, bergerak, dll (orangnya beda2). Kemudian aku pernah diajak ke tempat untuk pemeriksaan alat pendukung anak itu. Aku terpukau dengan alat-alat yang canggih. Ternyata alat pendukung itu jika datang yang baru, yang lama harus dikembalikan ke tokonya. Untuk detailnya aku kurang paham yaa. Jerman ini negara ramah disabilitas menurutku. Tempat parkir, lift atau apapun itu hampir semuanya ramah untuk disabilitas. Tapi setahuku untuk anak berkebutuhan khusus untuk tunjangannya juga lebih besar daripada anak yang normal.

Aku gak menyangka ternyata walaupun cerita Aupairku rumit, aku masih dapat kesempatan untuk tahu sistem menarik di Jerman. Gak semua orang bisa dapat kesempatan seperti ini. Pesanku untuk pembaca, apapun yang terjadi di hidupmu pasti ada alasannya. Di balik tangisanmu, pasti ada pelajaran yang bisa diambil. Semangat!!

Au Pair Dika https://denkspa.com/2020/11/20/gagal-au-pair-di-jerman-pindah-gf-sampai-3-kali/

Ada pertanyaan? Langsung DM ke https://www.tiktok.com/@spielerische.deutsch?_t=8r5FZ8UL7lH&_r=1

Mittwoch, 23. März 2022

Tips mencari kamar di Jerman

Ada banyak cara untuk mencari kamar di Jerman dan tersedia juga berbagai website.

Salah satunya bisa dari Marketplace Facebook. Caranya Create New Listing.

Klik Home for Sale / Rent.



 

Nah untuk fotonya bisa pake tulisan kalo kamu cari kamar dan tulis deskripsinya.

Kalo aku sih waktu itu kayak gini.


 

 Selain itu bisa juga buat iklan di Ebay Kleinanzeigen.

Klik Anzeige Aufgeben.

Trus klik ich suche.


 

Pake foto tulisan kamu cari kamar.

Terus tulis deskripsi yang sesuai keadaan kamu.

Kalo aku pake cara ini buat dapet barang gratis yang aku butuhkan.

Ada pertanyaan? Bisa langsung DM Instagram  https://www.instagram.com/spielerische.deutsch/