Youtube

Montag, 15. Juni 2020

Aupair di Jerman

Tinggal di luar negeri kelihatannya keren ya? Iya emang terlihat keren di feed Instagram. Tapi dibalik foto keren itu pasti adalah hal yang nggak enak. Terlepas dari itu semua ada banyak cara untuk bisa tinggal di luar negeri. Salah satunya adalah lewat program Aupair. Aku memilih ikut Aupair karena engga butuh biaya banyak. Aupair? Apa sih itu Aupair? Jadi program Aupair adalah program pengenalan budaya asing. Seorang Aupair tinggal di keluarga asuh (orang asing), dalam kasusku ini aku Aupair di Jerman. So, aku tinggal di rumah keluarga Jerman. Selain tempat tinggal, Aupair difasilitasi makan, uang saku 260€ sesuai dengan aturan Aupair (ada juga keluarga asuh/Gästefamilie/Guest Family yang ngasih lebih), kebutuhan sehari-hari seperti sabun dll (tergantung GF ), kursus bahasa (jatahnya 50€ per bulan tapi kalo GFmu baik kamu bisa dibiayai 100%), asuransi kesehatan dan kadang diajak liburan gratis juga. 
Untuk tiket pesawat ke Jerman ada beberapa GF yang membelikan tiketnya. Kalo kamu beruntung ya cuma butuh biaya pengajuan visa kira-kira 1,4juta. Oh iya sama bawa uang 100€ lah buat jaga-jaga.

Biaya hidup udah terjamin, jadi timbal baliknya kamu harus "bekerja" buat mereka. Tugas utamanya yaitu menjaga anak GF / Gästekind ketika GF bekerja atau keluar. Tapi karena kamu tinggal di rumah GF ya setidaknya bantu-bantu pekerjaan rumah yang ringan. Tugas Aupair sebenarnya berbeda-beda tergantung kontrak dan GF, karena setiap keluarga juga punya usia anak dan pekerjaan berbeda. Pastikan tugas kalian tidak terlalu berat ya dan sesuai kontrak. Dalam sehari Aupair bekerja maksimal 6 jam. Kalo memang ternyata lebih dari jam kerja, bisa dibicarakan dengan GF. Di lapangan, ada beberapa kejadian yang tidak sesuai dengan kontrak. Ada GF yang memanfaatkan Aupair jadi Putzfrau / Cleaning Lady. Untuk pekerjaan rumah yang berat seperti bersih-bersih, menyapu, mengepel itu bukan tugas Aupair. Kalo memang mau melakukan bersih-bersih itu tadi bisa buat penawaran supaya nambah uang saku. Kenapa aku berani bilang begitu? Bayaran Putzfrau itu dihitung per jam. So, hati-hati ketika mencari GF ya! 

Gimana sih cara biar bisa ikut program Aupair di Jerman? Ada dua cara, yaitu melalui agen atau mandiri. Kalo menggunakan agen ya harus rela mengeluarkan uang lebih buat bayar agen (hati-hati juga cari agen!). Kalo aku sendiri mencari GF secara mandiri di website Aupairworld.com. Alternatif lain bisa juga mencari di Facebook atau website Aupair.com

Setelah mendapatkan GF yang cocok setelah melalui Video Call, dikirimlah Vertrag (Kontrak), Krankenversicherung (Asuransi), Einladungsbrief (Surat undangan dari GF), Meldebescheinigung (Kartu Keluarga GF) melalui Email oleh GF. Setelah semua ada ditangan, yang harus dilakukan adalah membuat Motivationsbrief (Motivasi ikut Aupair) untuk pengajuan visa. Untuk masalah motivasi ini abis Aupair bilang aja mau balik Indo, karena kabarnya kalo bilang mau lanjut ada kemungkinan ditolak. Entahlah itu benar atau engga. Terlepas entah abis Aupair mau FSJ atau Ausbildung. Nah untuk pengajuan Visa Aupair di Jerman harus memiliki sertifikat minimal A1 / ZIDS. Aku dulu mengajukan pakai sertifikat ZIDS dan aman karena memang sebelumnya aku telpon kedutaan untuk tanya bisa atau tidak menggunakan ZIDS. Jawabannya boleh menggunakan ZIDS. Tapi ada kasus lain itu ditolak karena menggunakan ZIDS.

Termin atau jadwal untuk mengunjungi kedutaan sangat terbatas jadi harus dilakukan jauh hari sebelum waktu keberangkatan. Visa Aupair hanya bisa dilakukan di Kedutaan Jerman di Jakarta. Namun untuk pengambilan Paspor bisa dilakukan di konsulat Jerman di beberapa kota di Indonesia.

Ada pertanyaan? Bisa langsung DM ke https://www.instagram.com/rae8220/


Video tentang pengertian Aupair https://youtu.be/HzqEcdXcGhY

Hal yang perlu diperhatikan untuk Aupair https://youtu.be/i2QWW331NpQ

Alasan kenapa harus Aupair https://youtu.be/Q1eFGah9gjw

Rasanya jadi Aupair https://youtu.be/yjKuoTiE-Ok

Hikmah jadi Aupair https://youtu.be/slezm-am0Mg

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen